Translater

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Minggu, 20 Agustus 2017

Kemeriahan HUT RI ke 72 bersama GPMB


Ahad, 20 Agustus 2017, sejak pagi, puluhan anak-anak telah memadati Halaman TBM Iqro, untuk ikut serta memeriahkan HUT RI ke 72 dengan mengikuti beberapa lomba yang diadakan oleh TBM Iqro, bekerjasama dengan GPMB Provinsi Kaltim. mereka mengerumuni tempat pendaftaran Ulang aneka lomba yang akan mereka ikuti.

Jenis Lomba yang diadakan diantaranya :

Lomba Literasi Kategori TK dan SD
1. Lomba Mengisi Ulat Buku
2. Lomba Mewarnai
3. Lomba Membuat Puisi

Lomba Ketangkasan Kategori Balita dan Anak-anak
1. Lomba Makan Krupuk
2. Lomba Membawa Kelereng dengan sendok
3. Lomba Memasukkan Paku dalam Botol
4. Lomba Lari Balon berpasangan

Senin, 14 Agustus 2017

Kunjungan GPMB Ke Lapas IIB Tenggarong dan Desa Loleng, Kota Bangun

Liputan dan Foto by Agung


Bertepatan dengan Hari Pramuka ke 56 Tahun yang jatuh pada hari ini, Senin, 14 Agustus 2017, Tim GPMB mengadakan Kunjungan ke Lapas II B Tenggarong dan Desa Loleng Kota Bangun.

Pada kesempatan ini TIM GPMB menyerahkan Bahan Bacaan untuk mengisis Pojok Baca di Lapas agar Warga Lapas dapat mengisi waktu senggang mereka dengan membaca. Bigkisan Buku diserahkan langsung kepada Ka.Seksi Humas. Lapas Tenggarong. Bapak.Risdianto.

setelah dari Lapas TIM GPMB bersama 1 Unit Mobil Perpustakaan Keliling mengunjungi Desa Loleng Kota Bangun yang disambut dengan antusias para "Pandu Literasi" yang ingin membaca buku yang tersedia. hal ini membuktikan bahwa Minat baca dikalangan anak-anak sangat tinggi, kendalanya hanya pada bahan bacaan yang tersedia sangatlah minim.( رَّحْمَ)

#Salam_Pramuka
#Salam_Literasi
#Semangat_Literasi

Mari Wujudkan Pramuka sebagai "Pandu Literasi"

Ditulis Oleh : Fitri Susilowati

Gerakan Pramuka  dan Gerakan Literasi, sejatinya  adalah  langkah yang ber iring. Sang Praja adalah buku  alam terbuka. Gerak dan langkahnya  adalah membaca. Di dalam gerakan pramuka  diajarkan tentang  bagaimana membaca  Peta, membaca Semaphore, dan membaca morse. Mereka juga  ahli membaca sandi, paham navigasi, pandai membuat panorama dengan rekam jejaknya. 

Alam adalah buku yang terbuka  lebar  bagi Sang PRAja MUda KArana. 

Mungkin  masih segar  dalam ingatan  kita, saat pesawat  Merpati jatuh di gunung  Tinombala Sulteng, yang  berhasil selamat dan menyelamatkan juga  korban yang lain adalah anggota  Pramuka, ia menggunakan tehnik penyelematan diri dengam mebaca tanda tanda alam, Sebagaimana yang di dapatkan  dari gerakan pramuka, yang hingga  kini beliau disebut  "Macan Tinombala". 

Bukankah ini menunjukkan  bahwa seorang  anggota pramuka  adalah 
Pembaca  yang baik?... dan Pembelajar sejati?.... 

Selamat Hari Pramuka.  Salam Pramuka !!!   Salam Literasi!!!

Minggu, 06 Agustus 2017

Pekan Ceria Dongeng di Taman Samarenda


Ahad, 06 Agustus 2017, Anggota pengurus GPMB, Forum TBM, bersama Pegiat Literasi lainnya mengadakan Pekan Ceria Dongeng di Taman Samarendah. Antusias anak-anak club sepatu roda terlihat saat tim dongeg mengisi 15 menit waktu istirahat mereka, dengan mendengarkan Dongeng dari Tim, yang dibagi menjadi tiga kelompok. masing-masing kelompok menyampaikan dongeng menggunakan media yang berbeda, yaitu melalui gerakan, menggunakan media buku dan menggunakan Boneka.

Diakhir pertemuan, tim melakukan evaluasi bersama Ibu Fitri Susilowati, yang membahas kendala dari masing-masing media dan solusi apa yang harus diambil saat menghadapi hambatan tersebut.

Literasi memberikan banyak manfaat. Ada empat proses dalam kegiatan literasi. Yakni, mendengar, berbicara, membaca, dan menulis. Kalau kita dapat mendengar dengan baik, kita bisa berbicara, lalu membaca dan menulis dengan baik. Begitu seterusnya. 

Rabu, 02 Agustus 2017

Pengurus GPMB Menulis

Konflik Linguistik di Media Sosial
Oleh : Ali Kusno

Kora Tribun Kaltim Juli 2017
Situasi bangsa Indonesia hari-hari ini tak ubahnya tungku yang tak hentinya membara. Seakan tidak ada habis-habisnya. Masyarakat kita seolah terbelah.Sedikit-sedikit larinya ke isu SARA. Saat membuka media sosial, seperti facebook dan twitter, kita dihadapkan tuturan saling hujat dan merendahkan.

Penyebaran isu-isu SARA di media sosial begitu gencar terutama dilakukan oleh akun-akun fiktif. Tujuannya tidak lain memprovokasi masyarakat untuk saling bertikai. Dalam sebuah tuturan provokatif terdapat muatan hasutan terhadap khalayak.Saling berbalas tuturan provokatif terus terjadi di media sosial. Akibatnya antar teman bisa saling berseteru. Sesama rekan kerja saling mendiamkan. Bahkan suami atau istri yang berbeda pandangan politik pun bisa ikut terbawa suasana. Betul kan?

Masih ingat kerusuhan di Tanjung Balai, Sumatera Utara? Kerusuhan itu merupakan contoh konflik sosial yang dipicu kejamnya media sosial. Konflik tersebut dipicu pemberitaan di media sosial yang tidak valid. Seorang oknum mengunggah foto yang bernuansa provokatif saat proses mediasi berlangsung. Tersebarnya berita provokatif dan negatif itulah yangmembuat (oknum) warga bereaksi.